Archive for the puisiku Category

KIBAR BENDERAKU

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

berkobarlah amarahku

lambang kotor tidak berdaya

di seluruh jiwa dan raga

kau tetap penciptanya

 

di mana kuharus menaruh bebanku

serentak tiada membela

sang lara tak terkira

berkaburlah selama-lamanya

Iklan

SENDIRI MENIKMATI ALAM TIADA YANG MENEMANI

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

harus bagaimana

tak tahu ke mana

karena kau meniada

aku sendiri ada

terpuruk

memendam dendam

menari jemari

sendiri

lara tiada tara

marah

kecewa

sendawa

tertawa

remuk

redup

reinkarnasi

KEGELAPAN ADALAH CAHAYAKU

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

kegelapan adalah cahayaku, jangan beri aku cahaya

agar tak kian silau dan buta tiba-tiba

 

remuk sudah tubuhku karena kau memasuki rusukku

jangan kenali tulangku karena kian tabu

dan kalau aku menggenapkan tulang rusukmu

maka kamu mengganjilkan tulang rusukku

agar dapat terang tanpa aku menghalang

 

tetaplah gelap dan biarkan aku menyinari

biar mentari lelap tapi aku tetap menyinari

AIR MATA AIR

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

Gusti,

            kalau memang irama cinta ini Kau halangi

            maka kunyanyikan lantunan syukur

 

Gusti,

            kalau memang ini karma

            maka teruskan saja untuk kebahagiaan anakku

Gusti,

            kalau memang harus menerima hakMu

            maka berilah kenikmatan jodoh, rezeki, dan matiMu

Gusti,

            potong lenganku

            butakan mataku

            sumbat hidungku

            potong kemaluanku

            putihkan aku

            majdubkan aku

BIRU MEMBIRU

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

kapas terbang bebas dan lepas

tanpa beban dan angan ke negeri harapan

 

aku

tidak akan selalu terpilih mengabu

angan-angan pun tertabu

semumu melenakan kalbu

membentu tajamnya batu

dan beku

 

terlalu dini jangan terlalu lama edan

bagimu nikmat bagiku sekarat

PERANG BERANG

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

ada paku baku menancap

kamar samar di relung hati

dipayungi awan angan-angan

sentak bentak merubah segalanya

saling menusuk menurut benak

 

asrama asmara runtuh sudah

kelapa kepala mendidih

menepi menyepi mendinginkan hawa

hati mati hidup lagi

tak ada kawan lawan apalagi lawan kawan

menggapai cita cinta tak terkubur abadi

sehidup semati bersama kisah kasih

 

terbang bebas bebas dalam kosmos

lepas lemas tanggal sejenak

mencari bara bola yang hilang

selesaikan problema dilema

SEPERTI VROUWENGEK

Posted in puisiku on 12 September 2008 by endonesa

seperti vrouwengek

            bintang redup, surya memancar

            surya surut rembulan bersinar

            mengalir seperti laju air

            hidupkan hidup

 

seperti vrouwengek

            sunyi datang tak dapat bertahan

mencar i dalam rimba galaksi

meski dapatkan Xantippe

 

seperti vrouwengek

            memandang keindahan

            cipta rasa memiliki sahabat

            dan tak puas menghenyak

 

seperti vrouwengek

            ke mana pun harus ada

 

seperti vrouwengek

            aku bukan vrouwengek