ANTOLOGI PUISI: KATA BERKATA

KHUSUS UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA ARAB 2008

Catatan:

Puisi ditulis dengan format:

1. tulis judul dengan kombinasi huruf kapital dan kecil, misal Nyanyian Hati di Malam Sunyi

2. tulis nama lengkap

3. jika perlu, beri keterangan ringkas seputar tempat, tanggal pembuatan puisi tersebut.

Selamat menulis!

++++++++++++ 

Sebuah antologi puisi bersama dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab 2008. Karya-karya yang autentik, menjunjung kejujuran, dan mengalirkan rasa. KATA BERKATA tentang ungkapan dendam, amarah, kesumat, damai, dan berbagai kecamuk jiwa. 

Selamat membaca, memahami, menculik makna, memperoleh nilai, meningkatkan kualitas hidup!

 

42 Tanggapan to “ANTOLOGI PUISI: KATA BERKATA”

  1. Din Widyartono Says:

    KEGELAPAN ADALAH CAHAYAKU

    Din Widyartono

    kegelapan adalah cahayaku, jangan beri aku cahaya

    agar tak kian silau dan buta tiba-tiba

    remuk sudah tubuhku karena kau memasuki rusukku

    jangan kenali tulangku karena kian tabu

    dan kalau aku menggenapkan tulang rusukmu

    maka kamu mengganjilkan tulang rusukku

    agar dapat terang tanpa aku menghalang

    tetaplah gelap dan biarkan aku menyinari

    biar mentari lelap tapi aku tetap menyinari

    untuk tarian malamku
    Kota Bunga, 21 Juli 2007

  2. Ku percaya cinta memag luar biasa
    Ku tahu cinta memang berkuasa
    Ku tahu cinta memang buta
    Namun apakah kamu tahu
    Mana cinta yang sedang ku rasa
    Apakah kamu tahu
    Perasaan yang sedang ku bawa
    Memang benar setiap insan berhak tuk di cinta
    Namun apakah cinta pantas tuk di cinta
    Dan apakah cinta tak berhak cinta
    Alangkah egois jika setiap insan mementingkan perasaannya
    Tanpa melihat perasaan cinta(10 Oktober 2009)
    To: SomeOne

  3. Hati yang Tak Berhati

    Ku tahu cinta datangnya tak di duga
    Ku tahu cinta tak bisa tuk di paksa
    Ku percaya cinta memag luar biasa
    Ku tahu cinta memang berkuasa
    Ku tahu cinta memang buta
    Namun apakah kamu tahu
    Mana cinta yang sedang ku rasa
    Apakah kamu tahu
    Perasaan yang sedang ku bawa
    Memang benar setiap insan berhak tuk di cinta
    Namun apakah cinta pantas tuk di cinta
    Dan apakah cinta tak berhak cinta
    Alangkah egois jika setiap insan mementingkan perasaannya
    Tanpa melihat perasaan cinta(10 Oktober 2009)
    To: SomeOne

  4. AKAN KU BAWA KEMANA HATIKU

    Masihkah ada satu kata yang pantas ku ucapkan
    aku dalam diam yang semu
    tak tahu arah

  5. Memaafkan adalah memberi sedikit ruan untuk rasa benci

  6. Chulusul Umniyati Says:

    Bahagia

    Terlalu naif tuk menjadi khanif
    Terlalu senja tuk sekedar merasa,
    Bahwa sejatinya aku berseri dengan bisa berbagi
    Bahwa adalah aku selayaknya leleh tinta yang mengukir aksara tanpa diminta
    Bahwa aku mencinta ragaku dengan seluruh rengkuh
    Hingga sesal itu…..
    Sesal yang selalu saja ku torehkan pd polos bantal
    Takkan pernah lagi mengusik lelap tidurku
    Ah, dan lihatlah pada bulan, adalah aku yang bersinar dengan pendar ketulusan
    Adalah aku!

    Malang, 14 Oktober 2009
    Di hari ultahQ, Di sebuah kamar pesantren

  7. ALFIYAH NUR M. Says:

    detik nadinya lembut membelaiku

  8. Amalia Fiardausia Says:

    Impian Dan Cinta

    Tetesan embun pagi yang jernih nan suci
    Telah mengingatkan-ku pada-mu yang jauh disana
    Embun yang suci telah mengingatkan akan aku pada masa indah yang diwarnai dengan Kesetiaan di wajahmu
    Saat-saat indah bersamamu yang tidak dapat aku lupakan sepanjang masa hidupaku

    Kini…………………………………..

    Engkau telah merajut dan menggapai semua impianku
    Tanpa Kau Sadari ada seseorang yang meneteskan air matanya karena cinta dan kasihnya
    Impianmu itu telah melupakan semua yang indah
    Semua yang mewarnai saat-saat remajamu
    Tapi………………..kini semua tinggal kenangan
    Bagiku Kenangan itu akan aku simpan sedalam-dalamnya di lubuk hatiku
    Aku tak mau terhanyut oleh mimpi
    Dan melupakan semua kenangan manis itu
    Walau kini telah berpisah……………….

    Malang, 4 Desember 2009
    To: Someone spcial….,

  9. dina avia riza Says:

    KERINDUAN

    Sunyinya malam yang bertaburkan bintang,
    Duduk termenung aku memandangnya
    Terukirkan rasa rindu yang menggempa,
    Terhadap seseorang yang telah lama pergi

    Aku hanya bisa menatapi dan berteriak,
    Memanggil namanya…..
    Mungkinkah dia mendengarnya???

    Hanya sebuah foto yang telah membantuku,
    Untuk menjawab pertanyaan hatiku
    Tapi…
    Tak cukup semua itu bagiku,
    Untuk mengobati rasa rindu yang terpendam ini

    Aku hanya bisa berharap dan berdoa,
    Semoga dia kembali untukku selamanya
    Malang,November 2009
    To:”H_Qw”

  10. Amalia firdausia Says:

    Kerinduan

    Sebuah kisah yang terajut
    Antara titisan Hawa dan Adam
    Terhalang tembok penghatam
    Hanya surat yang selalu terbang
    Bersama hembusan angin yang mengantarkannya
    Kita jauh bagaikan bumi dan langit
    Tiada hubungan, tiada tali yang bisa mengikat

    Namun mengapa saja hatiku selalu rindu dan haus
    Akan bayangan dan wajahmu
    Ingin rasaku kau pulang tuk disisiku
    Namun serasa itu hanya igoanku

    Pabila aku rindu…………hanya fotomu yang membantuku
    Menjawab pertanyaan hatiku
    Mengapa waktu seiring melepaskan
    Tanganku tuk menggapaimu
    Kasih……………….cepatlah kau pulang
    Bagai siang tanpa malam
    Hanya kesepian yang selalu menemaniku…………..

    Malang, 04 Desember 2008
    To: someone special…………

  11. Pengakuanku

    Ibu
    hari itu……………….
    engkau korbankan hidupmu
    demi kehidupanku
    airmu matamu mengalir demi kehidupanku
    bibirmu bertasbih demi kehidupanku
    hari itu………………
    engkau terkulai lemah bak kain sutra
    sungguh besar pengorbananmu
    wahai ibuku
    demi kehidupanku di dunia ini

    Ibu
    kini anakmu telah dewasa
    namun engkau tetap setia
    menemani hari-hariku
    dengan nasihat-nasihat lembutmu
    yang selembut sutra
    dengan do’amu yang mampu membentengi langkah-langkahku
    dengan kasih sayangmu yang selalu melekat di hatiku

    Ibu
    namun,,,,,
    apakah yang sudah dapat aku perbuat demi pengorbananmu???
    apakah yang sudah ku korbankan demi engkau wahai ibu???

    tapi, apa karena keikhlasanmu atau engkau malu terhadap anakmu
    yana dhoif ini?
    sehingga engkau
    tidak pernah menanyakan pengorbananku terhadapmu

    Ya Allah
    hanya Engkaulah
    yang Maha Pengampun dan Maha Pengasih
    ampunilah dosa-dosa hambamu yang dhoif ini
    yang belum mampu dan bahkan…..
    tidak mampu membalas pengorbanan ibundanya

    Ya Allah
    dengan segenap jiwa dan ragaku
    aku mohon kepada-Mu
    sayangilah ibuku
    bak Engkau menyayangi para Rosul pilihan-Mu
    dekaplah beliau dalam kehangatan lindungan-Mu
    jagalah langkah-langkah beliau
    bak beliau menjagaku

    Ibu…..aku sayang padamu…..engkau pelita dalam hidupku…..engkau tembok dalam hidupku…..enkau jiwa ragaku……Ibu……ku menyayangimu di sepanjang hidupku

  12. .Bagiku sajak..adalah asap yang mengalun dari perapian rindu dan menghilang, menguraikan tiap kenangan..
    .Bagiku sesungguhnya sajak adalah tanah tempat kelak menguburkan pengharapan dalam sepi
    .dengarkanlah..!!
    .sajakku bukan cermin dari jiwa yang tak berguna
    .sajakku adalah api yang bisa membakar kenangan menjadi kemenangan
    .sajakku adalah air yang menyimpan rindu ditiap malam berakhir…..

  13. Fathiyah Alawiyah Says:

    kulihat secerca cahaya putih di hatimu

    ingin sekali mengejarnya walau lelah

    karena disitulah ku temukan kebahagiaan…

    Malang, 2 Desember 2009

  14. IIN JAYANA Says:

    Hanya Bayangan

    Sering ku termenung dalam lamunanku
    Memikirkan seseorang yang entah dapat kujumpai atau tidak
    Aku sadar dia tak nyata
    Dia hanya hidup dalam imajinasiku
    Tapi aku tahu
    Dia sangat berarti dalam hidupku
    Dia dapat membuatku jatuh cinta
    Dan aku merasa bahagia karenanya
    Tapi kebahagian yang aku rasakan semu
    Samar dan tidak nyata
    Dia membuatku merindu kerinduan yang amat kurindukan
    Dia membuatku setia pada kesetiaanku
    Tapi dia juga membuatku menangis dalam senyumku
    Karena dia
    Hanyalah bayang-bayang

  15. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Sepatu Baru

    bu, di hari pertama ku naik kelas. ku malas dicemooh lagi.ku iri dengan teman-teman yang selalu rapi. tak sepertiku. tampak kumal dan bau. kalau dibanding mereka, ku yang dapat warisan paling banyak. lihat saja !! bajuku warisan bapak. celana warisan kakak. tas warisan ibu. sepatu warisan paman. untuk saja kaos kakiku bukan warisan kakek. tapi pemberian tetangga sebelah……….

    bu, sudah lima tahun ku jalani. ku tak ingin hari-hariku seperti dulu. satu tahun terakhir adalah masa yang sangat berarti. karena setelah keluar nanti, ku bisa ingat bahwa kelas enam adalah kelas terindah. kelas yang paling banyak kenagan dan perubahan.

    bu, yak banyak yang ku mau. hanya ingin kau belikan sapatu. tak lebih dari itu. ku ingin tahu, bagaimana rasanya pakai sepatu baru. tak apa hanya sepatu.yang lain tak usah. biar mereka tahu, bahwa aku juga bisa seperti mereka.

    bu, kalau kau belikan sepatu. ku janji, kan ku bawa lari keliling desa.biar semua percaya, bahwa kau adlah orang kaya.yang bisa memanjakan anaknya. bu, kalau kau mau turuti. ku pasti akan lebih rajin lagi. tiap hari mandi jam 3. berangkat jam 5 pagi.

    bu, ku mau kau belikan sepatu baru. agar ku juga dapat wariskan untuk anak-cucuku.

  16. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Sepatu Baru

    bu, di hari pertama ku naik kelas. ku malas dicemooh lagi. ku iri dengan teman-teman yang selalu rapi. tak sepertiku. tampak kumal dan bau. kalau dibanding mereka, ku yang dapat warisan paling banyak. lihat saja!! bajuku warisan bapak. celana warisan kakak. tas warisan ibu. sepatu warisan paman. untung saja kaos kakiku bukan warisan kakek. tapi pemberian tetangga sebelah……….

    bu, sudah lima tahun ku jalani. ku tak ingin hari-hariku seperti dulu. satu tahun terakhir adalah masa yang sangat berarti. karena setelah keluar nanti, ku bisa ingat bahwa kelas enam adalah kelas terindah. kelas yang paling banyak kenangan dan perubahan.

    bu, tak banyak yang ku mau. hanya ingin kau belikan sapatu. tak lebih dari itu. ku ingin tahu, bagaimana rasanya pakai sepatu baru. tak apa hanya sepatu.yang lain tak usah. biar mereka tahu, bahwa aku juga bisa seperti mereka.

    bu, kalau kau belikan sepatu. ku janji, kan ku bawa lari keliling desa. biar semua percaya, bahwa kau adalah orang kaya. yang bisa memanjakan anaknya. bu, kalau kau mau turuti. ku pasti akan lebih rajin lagi. tiap hari mandi jam 3. berangkat jam 5 pagi.

    bu, ku mau kau belikan sepatu baru. agar ku juga dapat wariskan untuk anak-cucuku.

  17. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Pesan untuk Pencuri

    di saat sunyi, kau datang sebagai pejuang
    di kala hening, kau muncul sebagai pahlawan
    memang, datangmu tak berharap
    hadirmu tak dianggap

    oh pejuangku
    jika kau mau, singgalah di rumahku
    : jalan perampok,
    gang buntu nomor seribu

    wahai pahlawanku, mampir dulu sebentar
    ku hendak berpesan padamu:

    ”kalau kau mau mencuri,
    jangan curi rumah nomor satu
    itu rumah ibuku
    jangan nomor dua
    itu rumah mertuaku
    atau nomor tiga
    rumah ulama terkemuka
    jangan pula nomor empat

  18. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Pesan untuk Pencuri

    di saat sunyi, kau datang sebagai pejuang
    di kala hening, kau muncul sebagai pahlawan
    memang, datangmu tak berharap
    hadirmu tak dianggap

    oh pejuangku
    jika kau mau, singgalah di rumahku
    : jalan perampok,
    gang buntu nomor seribu

    wahai pahlawanku, mampir dulu sebentar
    ku hendak berpesan padamu:

    ”kalau kau mau mencuri,
    jangan curi rumah nomor satu
    itu rumah ibuku
    jangan nomor dua
    itu rumah mertuaku
    atau nomor tiga
    rumah ulama terkemuka
    jangan pula nomor empat
    rumah pak camat”

    rumah mewah nomor sebelas
    itu rumah juragan miras
    kalau paling megah: nomor dua belas
    rumah pejabat teras”

    ”kalau bisa pilih nomor dua belas saja
    pasti kau tak akan kecewa
    masuk, geledah sembarang tempat
    ambil semua
    jangan ada uang rakyat”

    ”jika kau pegang amanat,
    kan ku ingat kau pejuang setia
    jika kau selamatkan rakyat
    kan ku kenang kau pahlawan
    selamanya…………”

  19. Muhammad Arif Nasruddin Says:

    Air Mata Yang Menangis

    Tiadalah kebahagian bagiku hewan yang berbudi
    Ketika mereka tertawa yang merayap tanpa budi
    yang mereka sadar bahwa racun bukanlah kebahagaan……
    Namun aku telah menghisapnya dengan budi yang dibekalkan
    Ratapan, tangisan hanyalah penghasil airmatanya airmata…
    Manusia hanyalah manusia.
    Itulah hewan yang berbudi yang takkan pernah jadi manusianya manusia
    Engkaulah Rob penguasa jiwa dan segala…..
    Harapku adalah mauMu
    Sutu harapan untuMu dan padaMu
    Ku milikMu………..Bukan milikku…..
    Karna Engkau adalah Engkau bukan sapa………..
    Maka itulah aku berharap dan berkata padaMu…..

  20. Dalam diam mu aku termangu
    Dalam senyummu aku mengadu

    Deretan lagu menyihir syahdu
    Setetes madu membuat candu

    Musim salju telah berlalu
    Tinggalkan kalbu cairkan beku

    Do’a khusuk mu menemaniku
    mengikat harum menjadi satu

    dalam hidup penuh kegembiraan
    dalam hidup penuh peranan

  21. alfiyah nur muthiah Says:

    Aku dan Keegoisanku

    Aku ingin melihat dia tersenyum
    karena aku suka melihat binar matanya

    Aku ingin melihat dia bicara
    karena itu pertanda dia baik-baik saja

    Aku ingin melihat air matanya
    karena itu berarti dia percaya padaku

    Namun aku tak ingin membuatnya bahagia

    karena jika aku menghilang,
    aku takut kebahagiannya akan hilang bersamaku

  22. Kerinduan

    Di kelelahan yang sangat
    Aku berharap tidak akan lelah akanku merindukan-Mu
    Akanku menyebut nama-Mu
    Akanku ingat Engkau
    Akanku berdzikir pada-Mu

    Harapku jangan sekali – kali Engkau menjauhiku
    Khilafku pada-Mu sangatlah salah
    Karena Engkau Maha Pemurah
    Tidak akan pernah marah pada hambanya yang salah
    Hindarkan diriku dari salah yang akan membuat Engkau marah

    Di kesunyian yang membuat hatiku tenang
    Di keramaian yang membuat hatiku riang
    Di keheninganku mengingat-Mu
    Di lamunanku yang merindukan-Mu
    Di pengharapan yang ingin selalu bertemu dengan-Mu

    Suatu saat…
    Suatu waktu…
    Suatu senyap…
    Suatu bentuk taat…
    Suatu niat…

    Kiamat…
    Maksiat…
    Laknat…
    Akhirat…
    Harap…

    Kumelihatmu bersanding dengan Muhammad Pemimpin umat
    Yang menjadi kekasih-Mu di surga yang penuh akan nikmat
    Harap, harap, dan harap
    Selalu kuberharap akan nikmat
    Sesat, sesat, dan sesat yang kulakukan
    Harap, harap, dan harap yang kuinginkan
    Dan surga yang penuh akan nikmat
    Yang Engkau penuhi dengan rahmat Muhammad

  23. fathiyah alawiyah Says:

    Ku tak tahu harus dari mana memulainya…
    Semuanya mengalir begitu saja..
    Seiring dengan air mata ini yang tak henti mengalir
    Ku coba tuk merangkai kata,
    Namun bibir ini tak mampu tuk berkata.
    Hanya lewat sebuah isyarat mata
    ku mampu tuk mengutarakannya…

    Walaupun sakit terus mendera,
    Apalah daya…
    Jiwa dan raga ini tlah membeku

    Walaupun sesak terus mengusik
    Apalah daya…
    Hati ini tak mampu tuk merasa

    Hanya sebait do’a dan segenggem asa
    yang terus terngiang
    dalam setiap desah nafasku dan denyut jantungku…

    Mlng, 11 Desember ’09
    di sebuah bilik peraduan
    ‘Catatan seorang kader pergerakan, inilah aku dengan segala kekuranganku’

  24. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Senandung Lagu Ibu

    ingin ku rapikan
    guratan kusut
    di wajahmu yang lembut

    ingin ku semir
    rambutmu
    –agar tak terlihat putihnya

    ingin ku bersihkan
    tanganmu
    dari debu nestapa

    ingin ku wangikan
    tubuhmu
    –agar terlihat pesona

    ingin ku usap
    matamu yang basah kuyup
    –karena ulahku

  25. Syamfa Agny Anggara Says:

    Terperangkap Dalam Gundah

    Dunia telah melupakanku
    Tertawa tersenyum hanya aku yang pahami
    Satu nafas yang tersimpan
    Selamanya tersimpan dalam gundah
    Tiada mengerti tiada pula difahami

    Kegelisahan kenapa kau peluk erat hatiku
    Andai ku tak punya hati tuk kau peluk dan kau ikat
    Tak kan ada rasa
    Tak kan ada kehidupan

    Gundah
    Enyahlah dalam mimpi kelamku
    Setiap langkah ada bayangmu di sana
    Membisikkan sesuatu yang tak kumengerti

    Biarlah tangis dan kesedihan
    Menyatu dalam ragaku
    Asal ku tak kenal kau gundah
    Dalam setiap kehidupan

  26. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Seribu Hari Kurang Satu

    dengan selimut cinta
    –kau berikan kasihmu
    belaian jiwamu
    membuatku serba salah
    terlena, tapi tak percaya
    suapan sayangmu
    tak jarang berlalu
    tapi, ku sungguh congkak
    tak mau terus terang
    ‘’seribu hari kurang satu’’
    kau ungkapan rasa
    pelan, lirih
    namun pasti
    leraikan nestapaku
    abukan sengsara

    ‘’seribu hari kurang satu
    kau tiupkan angin damai
    semilir, menerjang ombak bengisku
    goresan kecil
    sayatan tajam
    kau simpan dalam risaumu

    oh…….
    sayang, sungguh sayang
    matiku sudah didekap
    simpan saja rasamu
    biarkan tenggelam
    memang ini gila
    sombongku menggilas cinta
    tapi, akan ku patri
    kasihmu itu:
    ‘’Seribu hari kurang satu

  27. HAKMI KURNIAWAN Says:

    Sarung Bersejarah

    sarung ini sarung bersejarah
    saat bapak melawan penjajah
    ada tetes darah
    ada bercak nanah
    semua padu dalam resah

    bila tak punya uang
    jangan kau gadaikan
    bila tak punya tenar
    jangan kau obral

    karena ini sarung bersejarah
    sebuah saksi
    bagi kami
    pahlawan sejati

    di pundak kami
    tak ada bintang
    di atas kami
    tak ada terang

    hanya sarung ini
    yang jadi bukti
    bahwa kami
    pahlawan sejati

  28. Titik dari Koma

    Mengemban perjalanan hidup…
    Melangkah dan merangkak membawa diri…
    Berlari dan hanya bisa berlari…
    dari penat di hati…

    Menebar sejuta senyuman…
    Munafiknya mata memejamkan diri…
    Meneteskan air berlinang di pipi…
    Membawa kesunyian raga…
    Akan kepergian jiwa putih…
    Yang hanya bisa berdiam hati, di sudut penjara hati…

    Menahan rasa kasih…
    Terkubur oleh mimpi-mimpi…
    Menunggu dan menunggu…
    Hidupnya diri hanya untuk menunggu…
    Kepastian untuk hidup dengan kasih…
    Atau harus mati tuk menjadi bangkai berduri…

    Kebingungan begitu menghantui lubuk hati…
    Saat malaikat berjubah putih…
    Mulai menjemput dan menghampiri…
    Dan takkan ada waktu lagi…
    Untuk menunggu sang pujaan hati…
    Cinta hanya bisa tertatih…
    Mengharap terkenang oleh sang kekasih…
    Yang menebar bunga surga di kemudian hari…
    Berselimutkan hati yang tlah terkubur mati…

    Malang,26 desember 2009.

  29. uswatun chasanah Says:

    Engkaulah gulita
    yang memupuskan segala batasan dan alasan

    Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam

    Engkau sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat ternama
    Namun terasa ada

    Ajarkan aku;
    Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
    Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
    Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi

    “Tunggu aku…
    Yang hanya selangkah lagi
    Dari bibir jurangmu…”

  30. Nurul Faridah Says:

    DIAM

    Kupandangi wajahnya
    Begitu tenang…
    Ia masih tertidur
    Memejamkan mata…
    Tapi.. Kenyum masih menghiasi bibirnya
    Dalam…
    penuh kedamaian
    Ku panggil ia ayah…
    Diam..
    Tak ada jawaban
    Hening yang ku dapati
    Sungguh tidak menenangkanku…
    Kugoyangkan badannya
    Kaku…
    Tubuhku terkulai
    Gelap…

  31. Nurul Faridah Says:

    Munajat Cinta

    Biarlah kusebut namamu disetiap tidurku
    Biarlah aku selalu diambang kerinduan
    Biarlah semua yang ada adalah karena karena kasihmu
    dan biarlah aku selalu menopang kalbu karenamu
    Karena…
    Ketika mendung bergulung-gulung hendak menimpa kebahagiaanku
    Engkau berlari-berlari mencari sinar matahari tuk menghangatkan jiwaku
    Atau….
    Tatkala bangunan impianku hendah dicambuk halilintar
    Engkau menyelamatkanku dari reruntuhannya
    Kehadiranmu dipelupuk mata hatiku
    Bagai kilau cahaya terang yang menyikap hijab gelap yang membutakanku selama ini
    Seakan engkaulah sang penunjuk jalan menuju puncak kebahagiaan hidup
    Seakan gelombang derita yang menggoncang hatiku
    Telah engkau bendung dari perahu layar jiwaku
    Seakan gumpalan mendung duka pun
    Telah engkau singkirkan dari kelelahan pengembaraan sukmaku
    Seakan tirai seram pun sirna tak berbekas
    dan menjelma bayangan putih yang menjanjikan gemersik angin kedamaian yang abadi
    Engkau telah membawaku ke alam khalayan bersama bayang-bayang keindahan maya
    dan engkau telah membisikkan segudang harapan disini
    Hatiku telah terpatri olehmu
    Seakan engkau telah lebur bersamaku disini
    Kedalam kalbu sejati…
    Kaulah segala-galanya bagiku…
    Karena semua itu
    Aku dihimpit perasaan takut akan murka Allah…
    Aku takut musyrik karena terlalu mengagungkanmu
    Karena terlalu mezikirkanmu…
    Atau sibuk melamunkan dirimu

    Untuk Cahaya hatiku
    Kota Wali, 17 Januari 2007

  32. farkhatul isqolaliyah Says:

    Ratapan Hatiku

    Mataku menangis
    hatiku merasa gelisah
    baru ku sadari kini
    mungkin cintaku salah

    ya rabbi…
    Ternyata cintamu lebih kekal
    cintamu lebih bermakna
    dari cinta-cinta yang lain

    mengapa selama ini aku tak mengerti
    tersiksa oleh cinta sesaat…

    Ya allah…
    Jadikanlah bulan ini sebagai
    permulaan dari cinta haqiqi
    rubahlah cinta yang salah ini
    menjadi cinta yang sangat berarti

    bantulah aku ya allah
    agar setiap langkahku
    diiringi dengan sebutan asma_Mu..

    to;someone

  33. Fajar Islam

    Kami menanti Fajar akan segera terbit
    Terangi bumi gelap lama sekali
    langit malampun menunggu mentari
    Yang kan bersinar di sebuah pagi
    Cerah indah bukan mimpi

    Sungguh telah lama kami menanti
    Meski cukup lama kami menanti
    Kami yakin
    Dingin dan gelap malam akan segera berganti
    Fajar akan segera terbit
    Ini janji Tuhan kami
    Orang-orang beriman akan diberi Kekuasaan di bumi
    Tancap dan kibarkan panji Ilahi
    berkahi semua semua pelosok negeri
    Sabda Rasul kami
    “ Fatakuunu Khilaafatan ‘Alaa Minhaajin-Nubuwwah”

  34. shohibul umam Says:

    Kami menanti Fajar akan segera terbit
    Terangi bumi gelap lama sekali
    langit malampun menunggu mentari
    Yang kan bersinar di sebuah pagi
    Cerah indah bukan mimpi

    Sungguh telah lama kami menanti
    Meski cukup lama kami menanti
    Kami yakin
    Dingin dan gelap malam akan segera berganti
    Fajar akan segera terbit
    Ini janji Tuhan kami
    Orang-orang beriman akan diberi Kekuasaan di bumi
    Tancap dan kibarkan panji Ilahi
    Berkahi semua semua pelosok negeri-negeri
    Sabda Rasul kami
    “ Fatakuunu Khilaafatan ‘Alaa Minhaajin-Nubuwwah”

    lie..
    Ikhwany Wa akhwaty Fi Qismy Al-adabu Al’aroby

  35. ikke nilova el hasany Says:

    Belenggu
    Tuhan, sampaikan salam jiwaku
    pada cinta yang tertawan nafsu
    lewat kata bertabur rindu
    mengukir doa di dalam kalbu

    sekejap kilat kulawan kelam
    menatap lekat untaian malam
    terucap khilaf menawan alam
    berharap sujud kalahkan suram
    inilah aku merengkuh resah
    keping anganku ingkari sumpah
    mungkin naluri sesalkan salah
    tinggal belenggu membawa lelah

    puisi ini ditulis ‘dimalam penyesalan’ ku-Sang akhwat
    november ‘ 09

  36. ikke nilova el hasany Says:

    Belenggu
    Tuhan, sampaikan salam jiwaku
    pada cinta yang tertawan nafsu
    lewat kata bertabur rindu
    mengukir doa di dalam kalbu

    sekejap kilat kulawan kelam
    menatap lekat untaian malam
    terucap khilaf menawan alam
    berharap sujud kalahkan suram

    inilah aku merengkuh resah
    keping anganku ingkari sumpah
    mungkin naluri sesalkan salah
    tinggal belenggu membawa lelah

    puisi ini ditulis ‘dimalam penyesalan’ ku-Sang akhwat
    november ‘ 09

  37. ikke nilova el hasany Says:

    Belenggu
    Tuhan, sampaikan salam jiwaku
    pada cinta yang tertawan nafsu
    lewat kata bertabur rindu
    mengukir doa di dalam kalbu

    sekejap kilat kulawan kelam
    menatap lekat untaian malam
    terucap khilaf menawan alam
    berharap sujud kalahkan suram

    inilah aku merengkuh resah
    keping anganku ingkari sumpah
    mungkin naluri sesalkan salah
    tinggal belenggu membawa lelah

    puisi ini ditulis ‘dimalam penyesalan’ ku-Sang akhwat
    november ‘ 09

  38. Aris Liswanto Says:

    Muhasabah

    Aku adalah makhluk ta’at,
    Bohong…
    Kau pendusta,
    Ya,…
    benar Kau pendusta, kau nikmati kesenangan sesaat,
    bukan,…
    benar Dia ta’at, hanya bujuk rayumu yang sesat,
    Kau memang hebat…
    dengan mudah kau jerat,
    Wahai kawanku yang taat…
    ingat…
    kau mampu melawan segala tipu muslihat,
    bangkit…
    lawan dia,
    ya kawan..
    mudah tapi susah,
    hei…
    apa gunanya kau sempurna segalanya,
    ya…
    apa gunanya,
    lebih baik ikut kami menghibur diri,
    jangan…
    buka matamu yang tajam, jangan kau pejamkan,
    dia ingin memejamkannya,
    ya…
    terimakasih Kawan, entah mengapa, mudah tapi susah,
    ahh…
    untuk apa, lihat kami, lihat dia, lihat mereka,
    bercanda, riang tanpa gundah dan resah,
    marilah…
    aku mau, tapi tak mau,
    ya…
    kau mampu kawan, dan ikut aku,
    menuju puncak kebahagiaan,
    susah awalnya, senang akhirnya

  39. Keresahan Hati

    Dalam diam mu aku termangu
    Dalam senyummu aku mengadu

    Deretan lagu menyihir syahdu
    Setetes madu membuat candu

    Musim salju telah berlalu
    Tinggalkan kalbu cairkan beku

    Do’a khusuk mu menemaniku
    mengikat harum menjadi satu

    Dalam hidup penuh kegembiraan
    Dalam hidup penuh peranan

  40. Semua cerita tentangmu masih tersimpan di dalam benakku
    Meresap dijiwaku
    Memenuhi ruang hatiku
    Seperti cahaya mentari kau hadir
    Terangi hidupku
    Terangi jalanku
    Menuntunku memaknai semua

    Dan aku tak kan melupakan
    Semua yang indah, yang pernah engkau berikan

    Meski kau telah berlalu
    Tak lagi disisiku
    Namun cintamu kan tetap hidup
    Tak terhapuskan
    Tak tergilas oleh waktu

    Cintaku tak henti mengalir untukmu
    Mengenalmu adalah hal terindah yang pernahku alami

  41. IMRON ARIF SETYAWAN Says:

    Saat aku ingin dekat namun kau menjauh
    Saat hati ini gundah tiada tempat untuk berlabuh
    Hanya denganmu hati ini merasa teduh
    jangan pernah kau jauh
    jangan pernah kau jenuh
    karena ku mencintaiMu
    dengan cinta yang utuh
    meski jiwa ini harus rapuh

  42. Shahibul Umam Says:

    Malam Bersama Ayah
    di sebuah malam terang rembulan
    bersama ayah indah terkenang
    bintangpun tersenyum simpul
    di saat kami sedang berkumpul
    di depan teras rumah taqwa
    diatas lantai Syariah
    di dinding Aqidah
    kau sandarkan kami
    kenalkan kami pada sang Rabby
    adalah nikmat terbesar bagi kami

    syukron Aby

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: