BAHASA tidak arbitrer

Salah satu sifat bahasa adalah arbitrer (sewenang-wenang). Sebuah acuan diwakili oleh susunan fonem (bunyi) secara sewenang-wenang/manasuka. Kemudian, perwakilan ini melalui tahap konvensional (kesepakatan) sehingga perwakilan tersebut dapat dipahami oleh masyarakat. Namun, DAPATKAH BAHASA ITU TIDAK BERSIFAT ARBITRER?

KAPAN?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: