antara KEBUTUHAN dan PERASAAN

yups… terkadang perasaan ini sedang terluka, namun aku juga harus bekerja sama dengan orang yang melukaiku dalam “dunia kerja”. terus terang aku membutuhkan gaji untuk menunjang hidupku, tetapi interaksi dengan orang yang menyebalkan tentu bukan perkara mudah. aku melihat bahwa orang-orang di dunia kerjaku penuh dengan kebusukan, tidak adanya transparansi. bagaimana kawan? KABUR atawa MEMBUSUK? sebuah pilihan yang sulit dalam hidupku…

semoga aku tidak menunggu GODOT!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: