EYD

A.      Penulisan Huruf

1.       Huruf kapital atau huruf besar

A.       Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Misalnya:

Kami menggunakan barang produksi dalam negeri.

Siapa yang datang tadi malam?

Ayo, angkat tanganmu tinggi-tinggi!

B.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

Misalnya:

Adik bertanya, ”Kapan kita ke Taman Safari?”

Bapak menasihatkan, ”Jaga dirimu baik-baik, Nak!”

C.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan nama kitab suci, termasuk ganti untuk Tuhan.

Misalnya:

Allah, Yang Mahakuasa, Islam, Kristen, Alkitab,  Quran, Weda, Injil.

Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hambanya.

Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

D.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Misalnya:

Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim, Raden Wijaya.

E.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

Presiden Yudhoyono, Mentri Pertanian, Gubernur Bali.

Profesor Supomo, Sekretaris Jendral Deplu.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?

Kapten Amir telah naik pangkat menjadi mayor.

Keponakan saya bercita-cita menjadi presiden.          

F.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Misalnya:

Albar Maulana

Kemal Hayati

Muhammad Rahyan

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya:

mesin diesel

10 watt

2 ampere

5 volt

G.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa-bangsa dan bahasa. Perlu diingat, posisi tengah kalimat, yang dituliskan dengan huruf kapital hanya huruf pertama nama bangsa, nama suku, dan nama bahasa; sedangkan huruf pertama kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil.

Penulisan yang salah:

Dalam hal ini Bangsa Indonesia yang ….

…. tempat bermukim Suku Melayu sejak ….

…. memakai Bahasa Spanyol sebagai ….

Penulisan yang benar:

Dalam hal ini bangsa Indonesia yang ….

…. tempat bermukim suku Melayu sejak ….

…. memakai bahasa Spanyol sebagai ….

Huruf kapital tidak dipakai sebagi huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Misalnya:

        keinggris-inggrisan

        menjawakan bahasa Indonesia

H.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Misalnya:

        tahun Saka

        bulan November

        hari Jumat

        hari Natal

        perang Dipenogoro

Huruf kapital tidak dipakai sebagi huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

Misalnya:

Ir. Soekarno dan Drs. Moehammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Perlombaan persenjataan nuklir membawa risiko pecahnya perang dunia.

I.         Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.

                                                    Misalnya:

Salah

Benar

teluk Jakarta

Teluk Jakarta

gunung Semeru

Gunung Semeru

danau Toba

Danau Toba

selat  Sunda

Selat Sunda

 

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

Misalnya:

        Jangan membuang sampah ke sungai.

        Mereka mendaki gunung yang tinggi.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.

Misalnya:

        garam inggris

        gula jawa

        soto madura

J.        Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, nama resmi badan/
lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.

Misalnya:

        Departemen Pendidikan Nasional RI

        Majelis Permusyawaratan Rakyat

        Undang-Undang Dasar 1945

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi lembaga pemerintah, ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.

Perhatikan penulisan berikut.

        Dia menjadi pegawai di salah satu departemen.

        Menurut undang-undang, perbuatan itu melanggar hukum.

K.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf kapital setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan/ lembaga.

                Misalnya:

                        Perserikatan Bangsa-Bangsa.

                        Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial.

L.       Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, dalam, yang, untuK yang tidak terletak pada posisi awal.

                Misalnya:

        Idrus menulis buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

        Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.

        Dia agen surat kabar Suara Pembaharuan.

        Ia menulis makalah ”Fungsi Persuasif dalam Bahasa Iklan Media Elektronik”.

M.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti Bapak, Ibu,   Saudara, Kakak, Adik, Paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

                Misalnya:

        ”Kapan Bapak berangkat?” tanya Nining kepada Ibu.

        Para ibu mengunjungi Ibu Febiola.

        Surat Saudara sudah saya terima.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai dalam penyapaan.

Misalnya:

        Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita.

        Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

N.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.

Misalnya:

        Dr.           : doktor

        M.M.       : magister manajemen

        Jend.      : jendral

        Sdr.         : saudara

O.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

        Misalnya:

        Apakah kegemaran Anda?

        Usulan Anda telah kami terima.

 

2.       Huruf Miring

A.       Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan.

                        Misalnya:

        majalah Prisma

        tabloid Nova

        Surat kabar Kompas

B.       Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.

                        Misalnya:

        Huruf pertama kata Allah ialah a

        Dia bukan menipu, melainkan ditipu

       Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.

C.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang sudah disesuaikan ejaannya.

Misalnya:

        Nama ilmiah padi ialah Oriza sativa.

        Politik devide et impera pernah merajalela di benua hitam itu.

Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut.

                        Negara itu telah mengalami beberapa kudeta (dari coup d’etat)

 

B.      Penulisan Kata

  1. Kata Dasar

                Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

                        Misalnya:

Kantor pos sangat ramai.

Buku itu sudah saya baca.

Adik naik sepeda baru

(ketiga kalimat ini dibangun dengan gabungan kata dasar)

 

  1. Kata Turunan

A.       Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

                Misalnya:

berbagai                                ketetapan                              sentuhan

                                gemetar                 mempertanyakan                                terhapus

B.       Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

                Misalnya:

                        diberi tahu, beri tahukan

                        bertanda tangan, tanda tangani

                        berlipat ganda, lipat gandakan

C.      Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

                Misalnya:

        memberitahukan

        ditandatangani

        melipatgandakan

  1. Bentuk Ulang

                Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.

Misalnya:

        anak-anak, buku-buku, berjalan-jalan, dibesar-besarkan, gerak-gerik, huru-hara, lauk-pauk,

mondar-mandir, porak-poranda, biri-biri, kupu-kupu, laba-laba.

 

  1. Gabungan Kata

A.       Gabungan kata yang lazim disebutkan kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.

Misalnya:

duta besar, kerja sama, kereta api cepat luar biasa, meja tulis, orang tua, rumah sakit, terima kasih, mata kuliah.

B.           Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan salah pengertian dapat ditulis dengan   tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang berkaitan.

        Misalnya:

alat pandang-dengar (audio-visual), anak-istri saya (keluarga), buku sejarah-baru (sejarahnya yang baru), ibu-bapak (orang tua), orang-tua muda (ayat ibu muda) kaki-tangan penguasa (alat penguasa)

C.      Gabungan kata berikut ditulis serangkai karena hubungannya sudah sangat padu sehingga tidak dirasakan lagi sebagai dua kata.

        Misalnya:

        acapkali, apabila, bagaimana, barangkali, beasiswa, belasungkawa, bumiputra, daripada, darmabakti, halal-bihalal, kacamata, kilometer, manakala, matahari, olahraga, radioaktif, saputangan.

D.      Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.

Misalnya:

adibusana, antarkota, biokimia, caturtunggal, dasawarsa, inkonvensional, kosponsor,

mahasiswa, mancanegara, multilateral, narapidana, nonkolesterol, neokolonialisme, paripurna,

prasangka, purna-wirawan, swadaya, telepon, transmigrasi.

Jika bentuk terikan diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur kata itu

ditulisakan tanda hubung (-).

Misalnya: non-Asia, neo-Nazi

  1. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya

Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk singkat kata aku dan engkau, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

            

aku bawa, aku ambil menjadi kubawa, kuambil

                engkau bawa, engkau ambil menjadi kaubawa, kauambil

Misalnya:

        Bolehkan aku ambil jeruk ini satu?

        Kalau mau, boleh engkau baca buku itu.

Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut ini.

        Bolehkah kuambil jeruk ini satu?

        Kalau mau, boleh kaubaca buku itu.

  1. Kata Depan di, ke, dan dari

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

Misalnya:

        Tinggalah bersama saya di sini.

        Di mana orang tuamu?

        Saya sudah makan di rumah teman.

        Ibuku sedang ke luar kota.

        Ia pantas tampil ke depan.

        Duduklah dulu, saya mau ke dalam sebentar.

        Bram berasal dari  keluarga terpelajar.

Akan tetapi, perhatikan penulisan yang berikut.

        Kinerja Lely lebih baik daripada Tuti.

        Kami percaya kepada Ada.

        Akhir-akhir ini beliau jarang kemari.

  1. Kata Sandang si dan sang

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

Salah

Benar

Sikecil

si kecil

Sipemalu

si pemalu

Sangdiktator

sang diktator

Sangkancil

sang kancil

  1. Partikel

A.       Partikel –lah dan –kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

        Bacalah peraturan ini sampai tuntas.

        Siapakah tokoh yang menemukan radium?

B.       Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

        Apa pun yang dikatakannya, aku tetap tak percaya.

        Satu kali pun Dedy belum pernah datang ke rumahku.

Bukan hanya saya, melainkan dia pun turut serta.

                Catatan:

Kelompok berikut ini ditulis serangkaian, misalnya adapun, andaipun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun.

                Misalnya:

        Adapun sebab-musababnya sampai sekarang belum diketahui.

        Bagaimanapun juga akan dicobanya mengajukan permohonan itu.

        Baik para dosen maupun mahasiswa ikut menjadi anggota koperasi.

        Walaupun hari hujan, ia datang juga.

C.      Partikel per yang berarti (demi), dan (tiap) ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.

            Misalnya:

        Mereka masuk ruang satu per satu (satu demi satu).

        Harga kain itu Rp 2.000,00 per meter (tiap meter).

 

C.      Pemakaian Tanda baca

  1. Tanda titik (.)

A.       Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

        Misalnya:

        Ayahku tinggal di Aceh.

        Anak kecil itu menangis.

        Mereka sedang minum kopi.

        Adik bungsunya bekerja di Samarinda.

B.       Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf pengkodean suatu judul bab dan subbab.

Misalnya:

III.  Departemen Dalam Negeri

A.       Direktorat Jendral PMD

B.       Direktorat Jendral Agraria

1.    Subdit ….

2.    Subdit ….

 

I.         Isi Karangan                                                 1.      Isi Karangan

A.       Uraian Umum                                       1.1    Uraian Umum

B.       Ilustrasi                                                  1.2    Ilustrasi

1.        Gambar                                        1.2.1 Gambar

2.        Tabel                                            1.2.2 Tabel

3.        Grafik                                            1.2.3 Grafik

Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka pada pengkodean sistem digit jika angka itu merupakan yang terakhir dalam deret angka sebelum judul bab atau subbab.

C.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu dan jangka waktu.

Misalnya:

        pukul 12.10.20 (pukul 12 lewat 10 menit 20 detik)

        12.10.20 (12 jam, 10 menit, dan 20 detik)

D.      Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Misalnya:

        Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.

        Lihat halaman 2345 dan seterusnya.

        Nomor gironya 5645678.

E.       Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Lawrence, Marry S, Writting as a Thingking Process. Ann Arbor: University of Michigan Press, 1974.

F.       Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Misalnya:

        Calon mahasiswa yang mendaftar mencapai 20.590 orang.

        Koleksi buku di perpustakaanku sebanyak 2.799.

G.      Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul buku, karangan lain, kepala ilustrasi, atau tabel.

Misalnya:

        Catur Untuk Semua Umur (tanpa titk)

        Gambar 1: Bentuk Surat Resmi Indonesia Baru (tanpa titik)

H.      Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim atau tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

Misalnya:

        Jakarta, 11 Januari 2005 (tanpa titik)

        Yth. Bapak. Tarmizi Hakim (tanpa titik)

        Jalan Arif Rahman Hakim No. 26 (tanpa titik)

        Palembang 12241 (tanpa titik)

Sumatera Selatan (tanpa titik)

Kantor Pengadilan Negeri (tanpa titik)

Jalan Teratai II/ 61 (tanpa titik)

Semarang 17350 (tanpa titik)

  1. Tanda koma (,)

A.       Tanda koma dipaki di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya:      

        Reny membeli permen, roti, dan air mineral.

        Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus, memerlukan prangko.

        Menteri, pengusaha, serta tukang becak, perlu makan.

B.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

                        Misalnya:

        Saya ingin datang, tetapi hari hujan.

        Didik bukan anak saya, melainkan anak Pak Daud.

C.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

                        Misalnya:

Anak Kalimat

Induk Kalimat

Kalau hujan tidak reda

saya tidak akan pergi

Karena sakit,

kakek tidak bisa hadir

 

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak itu mengiringi induk kalimatnya.

Misalnya:

 

Induk Kalimat

Anak Kalimat

Saya tidak akan pergi

kalau hujan tidak reda.

Kakek tidak bisa hadir

karena sakit.

 

D.      Tanda koma harus dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

                Misalnya:

        Meskipun begitu, kita harus tetap jaga-jaga.

        Jadi, masalahnya tidak semudah itu.

E.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:

        O, begitu?

        Wah, bagus, ya?

        Aduh, sakitnya bukan main.

F.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

                Misalnya:

        Kata ibu, ”Saya berbahagia sekali”.

        ”Saya berbahagia sekali,” kata ibu.

Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:

                Surat ini agar dikirim kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta Pusat. Sdr. Zulkifli Amsyah, Jalan Cempaka Wangi VII/11, Jakarta Utara 10640

Jakarta, 11 November 2004

Bangkok, Thailand

G.      Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.

Misalnya:

        Lamuddin Finoza, Komposisi Bahasa Indonesia, (Jakarta: Diskusi Insan Mulia, 2001), hlm. 27.

H.      Tanda koma dipakai di antara orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:

        A. Yasser Samad, S.S.

        Zukri Karyadi, M.A.

I.         Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Misalnya:

        Guru saya, Pak Malik, Pandai sekali.

        Di daerah Aceh, misalnya, masih banyak orang laki-laki makan sirih.

        Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti praktik komputer.

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang tidak diapit oleh tanda koma.

                Semua siswa yang berminat mengikuti lomba penulisan resensi segera mendaftarkan namanya   kepada panitia.

J.        Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Misalnya:

Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersunguh-sungguh.

        Atas pertolongan Dewi, Kartika mengucapkan terima kasih.

K.       Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Misalnya:

        ”Di mana pameran itu diadakan?” tanya Sinta.

        ”Baca dengan teliti!” ujar Bu Guru.

 

  1. Tanda Titik Koma (;)

A.       Tanda titik koma untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Misalnya:

Hari makin siang; dagangannya belum juga terjual.

B.       Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

Ayah mencuci mobil; ibu sibuk mengetik makalah; adik menghapal nama-nama menteri; saya sendiri asyik menonton siaran langsung pertandingan sepak bola.

C.      Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan unsur-unsur dalam kalimat kompleks yang tidak cukup dipisahkan dengan tanda koma demi memperjelas arti kalimat secara keseluruhan.

Misalnya:

Masalah kenakalan remaja bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab para orang tua, guru, polisi, atau pamong praja; sebab sebagian besar penduduk negeri ini terdiri atas anak-anak, remaja, dan pemuda di bawah umur 21 tahun.

 

28 Tanggapan to “EYD”

  1. matur nuwun , sangat membantu tugas-tugas saya

  2. ada gak PP tentang EYD khususnya penulisan kota yang terdiri dari 2 kata seperti padang panjang. kami biasanya di padang panjang dan khususnya di pemerintahan sering menggunakan kata padang panjang secara terpisah sedangkan secara EYD kata tersebut diserangkaikan jadi mohon dikirimkan tentang PP EYD atau yang berkenaan dengan hal di maksud sebagai bukti otentik buat kami terima kasih

    • endonesa Berkata

      ada. sudah saya jelaskan di dalam buku “Beberapa Kaidah Menulis berbahasa Indonesia”. kl berminat, hubungi nomor 0857 5554 3456.

  3. Ireth Berkata

    Artikelnya bagus banget. Tapi ada yang kurang yah? Yang di bagian setelah penjelasan tentang kata sandang sang dan si itu kayak kepotong, deh.. Mungkin bisa ditambahkan lagi?

  4. trims endonesa,,,sangat membantu tugas2 saya

  5. bagus, cinta bahasa Indonesia! Salam kenal…namamu adalah kritik. Benar begitu, Endonesa?
    ;)

  6. harry adriansyah Berkata

    selamat sore pak/bu, pd kesempatan ini saya mau bertanya tentang penulisan kata “kerjasama” itu digabung atau dipisah “kerja sama”
    terima kasih

    • endonesa Berkata

      kerja sama, bekerja sama –> tanggung jawab, bertanggung jawab, mempertanggungjawabkan, pertanggungjawaban
      cara mudah, liat kamus BI.

  7. Nora Debora Berkata

    penggunaan kata non bagaimana? misalnya non profit, non pers, non blok, apakah pakai tanda hubung? atau ?? mohon penjelasan. thanks ya

    • endonesa Berkata

      tidak, langsung ditulis serangkai jika kata non- diikuti huruf konsonan, contoh nonblok, tapi jika diikuti huruf vokal harus diberi tanda hubung, contoh non-Asia.

  8. mungkin saya yang kurang teliti, tapi kok saya lihat hampir sebagian besar artikel di blog ini tidak menyebutkan sumber referensi tulisan yang dipublis ya?

  9. artikelnya bagus banget…..!! ^^
    thx yaa

  10. mau tanya
    aku dapet soal try out seperti ini:
    pemakaian huruf kapital yang tidak benar…..
    a. bahasa Inggris
    b. bangsa Inggris
    c. kunci Inggris
    d. Perdana Menteri Inggris
    e. rakyat Inggris

    yang benar yang mana ya?
    aku jawabnya c, tp kayaknya salah ==”
    mohon dijawab beserta penjelasannya ya… makasih

    • endonesa Berkata

      ya, benar. kunci Inggris bermakna kunci yang “harus” berasal dari Inggris, padahal itu termasuk jenis. sama halnya dengan jeruk bali, jika tertulis jeruk Bali berarti jeruk ini memang berasal dari Bali, padahal jeruk bali hanya salah satu jenis jeruk yang bukan berarti dari bali.

  11. sarjono Berkata

    mhn koreksi atas kalimat berikut dan yang betul untuk penempatan huruf kapitalnya bagaimana, sbb.: 1. ……. pada Sidang ke-6 Komisi Kerja Sama Teknik Militer Indonesia Rusia membahas masalah Pesawat Tempur Yak-130 dan Helikopter Mi-16

  12. N. Tejo Susanto Berkata

    Luar Biasa, Bagus.

  13. Satu lagi “Provinsi” atau “Propinsi”

    Terimakasih..

  14. malam, mau tanya tulisanyang benar ‘kreatifitas’ atau ‘kreativitas’
    tlong pnjelasanya dari referensi buku apa?
    terimakasih atau terima kasih ya?
    thank you

    • endonesa Berkata

      lihat pedoman pembentukan istilah. creative –> kreatif, creativity –> kreativitas, activity –> aktivitas

  15. Leong Berkata

    Bagaimana penulisan yang tepat untuk kata “kami” misal pada kalimat seperti ini.
    “Dengan ini kami mengajukan permohonan…..”
    kata kami perlu ditulis dg awalan huruh besar tidak (Kami) atau tetap dg huruf kecil (kami).
    Terimakasih

    • endonesa Berkata

      penulisan “kami” diletakkan di awal kalimat harus ditulis dengan huruf kapital. jika di tengah dan akhir, ditulis dengan huruf kecil. Penulisan kata sapaan (misal dalam surat) harus ditulis huruf kapital, contoh Anda, Saudara, Bapak, Ibu.

  16. Terima kasih banyak, Bapak.
    Saya sangat terbantu dengan artikel ini.
    mohon ijin saya bookmark, ya! :)

  17. Mir Atul Latifah Berkata

    syukron katsiron…… jazakumullah ahsan al-jaza

  18. bagaimana penulisan yang benar….. proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 atau Tanggal 17 Agustus 1945?
    juga mana yang benar kegiatan dimulai tahun 2020 atau Tahun 2020
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: