PEMBELAJARAN PUISI

Pembelajaran Puisi

Dalam kegiatan belajar mengajar, strategi pembelajaran, khususnya metode pembelajaran mempunyai peranan penting. Machfudz (2000) mengutip penjelasan Edward M. Anthony (dalam H. Allen and Robert, 1972) yang menyatakan bahwa istilah metode berarti perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur. Istilah ini bersifat prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran bahasa dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap, dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran, penyajian pengajaran, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar. Sayuti (1985:213) menyatakan bahwa penggunaan metode yang tepat akan banyak berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Akan tetapi harus disadari pula, bahwa faktor gurulah yang pada akhirnya banyak menentukan berhasilnya pengajaran. Oleh karena itu, guru jangan sampai terbelenggu oleh salah satu metode yang dipilihnya.

Menurut pengamatan peneliti, dalam pembelajaran puisi, sangat memungkinkan untuk menerapkan ketujuh prinsip CTL dalam KBK yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Siswa dapat mengontruksikan (contructing) sendiri pemahaman terhadap definisi dan unsur-unsur puisi berdasarkan contoh (modelling). Siswa akan menemukan (inquiry) definisi dan unsur-unsur puisi atas panduan guru. Siswa juga dapat mendiskusikannya hasil temuannya dengan teman sejawat (learning community). Guru dapat mengadakan tanya jawab (questioning) dari temuan-temuan yang sudah didiskusikan sebelumnya. Untuk praktik membacakan puisi, guru dapat memakai contoh (modelling), baik dirinya sendiri (jika merasa sudah berkompeten) atau melalui pratikkan dari media-media pembelajaran membacakan puisi, seperti yang akan dibuat oleh peneliti. Proses pembelajaran dapat direfleksikan (reflection) secara bersama, antara guru dan murid untuk menemukan bentuk pembelajaran yang lebih cocok. Sedangkan evaluasi hasil, dapat dilakukan melalui penilaian sejawat (peer assesment) maupun penilaian guru secara langsung (authentic assesment).

Lebih lanjut, Sayuti (1985:213) menjelaskan bahwa secara garis besar, metode pembelajaran dapat dibedakan berdasarkan bahan (materi) pengajaran dan interaksi belajar mengajar. Metode pengajaran yang berhubungan dengan bahasa pengajaran dalam pengajaran puisi banyak berkaitan dengan metode analisis puisi, antara lain

(1)   metode dikotomi, yaitu sebuah metode yang  mendasarkan diri pada pendapat yang menyatakan bahwa puisi itu terdiri dari segi bentuk dan segi isi. Pembagian ini memang sudah sangat umum dan sangat tua usianya, dan sampai kini masih banyak diikuti orang,

(2)   metode fenomenologi, yaitu sebuah metode ini mendasarkan diri pada pandangan fenomenologis Edmond Husserl yang memandang bahwa suatu karya itu tidak hanya sebagai suatu sistem norma, melainkan juga sebagai suatu susunan lapis norma. Untuk membedakan penilaian terhadap suatu karya. Karya itu, harus dianalisis berdasarkan lapis-lapis norma yang terdapat di dalamnya. Susunan norma itu menjadi tiga lapis, yaitu (1) lapis bunyi, (2) lapis arti, dan (3) lapis objek. Kemudian Ingarden menambahkan dua lapis lagi, yang hanya hakikatnya lapis-lapis itu tidak dapat dipisahkan, yakni (4) lapis sudut pandangan tertentu tentang dunia, dan (5) lapis nilai metafisik.

(3)   metode linguistik, yaitu sebuah metode yang menggunakan teori teks menerangkan bagaimana terjadinya himpunan-himpunan kalimat yang pada kahirnya dapat diberi predikat literer, estetis, atau puitis. Menurut Hulshof (dalam Noer Toegiman, 1979), terdapat seperangkat istilah yang diperlukan dalam teori teks. Istilah-istilah itu bukan merupakan istilah asing lagi bagi mereka yang telah mengenal lingustik dan sastra, yaitu struktur luar (surface structure), struktur dalam (deep structure), transformasi (transformation), parafrase (paraphrase), dan interpretasi (interpretation). Struktur luar adalah susuan kalimat atau himpunan kalimat sutau teks atau bagian teks yang akan dibaca atau didengar. Pendek kata, struktur luar sama dengan struktur yang tersurat sebagaimana yang tersaji dalam kondisi siap-pakai, siap-baca. Sedangkan struktur dalam dapat disebut sebagai struktur tersirat. Struktur dalam belum mengalami proses lebih lanjut dalam perumusannya. Untuk mudahnya, dapat dikatakan bahwa struktur dalam berhubungan dengan isi. Sebagai sebuah istilah, transformasi dalam teori teks ialah perubahan struktur dalam menjadi struktur luar. Jadi, dari bentuk tersirat menjadi bentuk tersurat. Melalui transformasi, struktur dalam menjelma menjadi struktur luar. Tahap transformasi ini menjadi bagian utama dalam teori teks. Dalam teori teks, parafrase dipergunakan untuk mengembalikan struktur dalam, mengembalikan struktur “bergaya” menjadi struktur yang sederhan. Parafrase membuka jalan untuk mengetahui deviasi dan foregrounding  yang terdapat pada struktur luar. Apa yang tersirat dalam struktur luar tidak senantiasa dapat diterangkan melalui parafrase saja. Penjelasan lebih lanjut masih diperlukan mengenai konteks dan situasi serta kondisinya, yakni hal-hal yang ada sangkut-pautnya dengan struktur luar dan struktur dalam tersebut. Oleh karena itu, interpretasi diperlukan. Hal ini disebabkan bahwa interpretasi merupakan penjelasan struktur dalam berdasarkan atau memperhatikan konteksnya.

About these ads

4 Tanggapan to “PEMBELAJARAN PUISI”

  1. trims. aku perlu materi pembelajarannya. brkali disediakan.

  2. Darwis okta Says:

    Bagaimana kalau ditampilkan juga contoh soal untuk latihan ! ini hanya usul

  3. sy prlu ini tuk slsaikn tgas… trmkasih

  4. yulienah r Says:

    trims ya informasinya, jangan bosan tuk nulis ya n bagi-bagi ya ok!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: